Pemulihan trauma psikososial pada korban kekerasan seksual tentunya sangat dibutuhkan untuk mengembalikan emosi dan kognitif korban yang berkaitan dengan kemampuan belajar, mengingat dan merasakan sesuatu, juga aspek sosial dimana korban bisa bersosialisasi kembali dengan orang lain tanpa rasa takut atas stigma orang lain dan percaya diri bahwa ia hanyalah korban yang mana tidak bersalah, serta menghilangkan trauma.
Dilihat dari kalimat di atas tentunya hal ini sangat penting, maka pada artikel kali ini saya akan membahas isu tersebut yang saya dapatkan dari sebuah jurnal di E-Journal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu :
| Cover Artikel Jurnal "Peran Pekerja Sosial Dalam Pemulihan Psikososial Anak Korban Kekerasan Seksual di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) "Melati" Kabupaten Karawang" |
Judul Artikel : Peran Pekerja Sosial Dalam Pemulihan Psikososial Anak Korban Kekerasan Seksual di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) "Melati" Kabupaten Karawang
Nama Penulis : Kartika Al Ashzim
Nama Jurnal : EMPATI (Jurnal Ilmu Kesehatan Sosial)
Volume : Vol. 7
Nomor : No. 2
Halaman : 87 - 101 hlm
Edisi : Empati Edisi Desember 2018
DOI : https://dx.doi.org/10.15408/empati.v7i2.11197
URL : https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/empati/article/view/18335/pdf
Kategori Sinta : Sinta 3
Kekerasan seksual sudah sering terjadi sejak dulu, namun karena dulu belum ada internet dan media sosial, maka tidak banyak orang yang tau dan sadar akan hal tersebut. Sekarang dengan berkembangnya teknologi informasi, semua hal dari yang receh sampai hal yang kompleks dapat kita lihat di internet, termasuk tindakan kekerasan seksual ini. Beberapa tahun kebelakang, kita banyak dihadapi oleh kasus kekerasan seksual. Kekerasan seksual ini terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Hal ini sangatlah miris, karena ternyata masih banyak orang (pelaku) yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya dengan tindakan dan malah seringkali beralasan bahwa itu hanyalah candaan atau yang lebih parahnya justru malah playing victim atau menyalahkan cara berpakaian, status perkawinan, keberadaan korban pada suatu waktu dan tempat, dan lain sebagainya yang tidak rasional.
Nah maka dari itu, saya ingin mengenalkan artikel jurnal di atas buat siapapun kamu yang lagi baca tulisan ini agar kamu membaca jurnal keren ini. Kenapa sih harus baca jurnal tersebut? Supaya kamu bisa lebih sadar akan seberapa pentingnya psikososial seorang korban kekerasan seksual. Dengan begitu jika kamu mengenal seseorang yang menjadi korban kekerasan seksual maka kamu bisa membantu mereka untuk bisa memulihkan kondisi psikososialnya. Emangnya apasih psikososial itu? Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Buku Panduan Dukungan Psikososial Bagi Anak Korban Bencana Alam, Psikososial adalah relasi yang dinamis antara aspek psikologis dan sosial seseorang. Dimana terdapat hubungan antara psikis dan sosial seseorang yang saling berinteraksi yang sangat mempengaruhi proses kehidupan sehari-hari.
Jika biasanya kita hanya terfokus pada pelaku tentang apa hukuman untuk pelaku, seberapa berat hukumannya, dll. Pada jurnal tersebut kita diajak untuk fokus kepada korban yang mengalami trauma psikososial. Korban juga penting untuk diperhatikan karena ia adalah seorang korban, bukan diperhatikan untuk dicari kesalahannya sehingga bisa terjadi kekerasan seksual. Tetapi diperhatikan keadaannya, kondisi mental, psikis dan sosialnya. Dan melakukan pemulihan agar korban bisa menerima kejadian yang telah dialaminya dan bisa berfikir positif, serta menjadi orang yang bisa berdamai dengan diri sendiri, masa lalunya, dan orang sekitar sehingga bisa beraktifitas sehari-hari seperti biasa. Apalagi di jurnal tersebut korbannya adalah anak-anak yang mana usianya masih di bawah 18 tahun. Seharusnya anak-anak ini bisa menjalani kehidupan yang aman dan nyaman. Pada jurnal di atas, peran pekerja sosial yang menjadi subjek utama dimana pekerja sosial di LK3 "Melati" ini sangat penting dalam mendampingi psikologi anak korban kekerasan seksual. Pekerja sosial ini melayani klien (korban kekerasan seksual) dari masuknya surat laporan dari klien hingga klien ditangani secara serius dengan bekerja sama dengan psikolog dan lembaga-lambaga lainnya sesuai kasus yang dialami oleh klien.
Seperti apa ya cara pekerja sosial LK3 "Melati" Kabupaten Karawang melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksual? Bagaimana tahapannya? Lalu apakah klien bisa pulih kembali dengan pendampingan tersebut? Nah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang hal tersebut, kamu bisa langsung baca jurnalnya loh hanya dengan klik link DOI jurnal di atas. Semoga dengan membaca jurnal tersebut kita bisa lebih peduli lagi dengan sesama dan tidak menyepelekan kasus kekerasaan seksual. Bahwa efek dari kekerasan seksual sangatlah serius dan bisa mengancam hidup seseorang. Semoga dengan begitu kekerasan seksual bisa berkurang dan kalau bisa musnah aja deh sekalian! Biar kita semua bisa hidup aman dan nyaman.
Sekian artikel kali ini, semoga kita selalu diberikan perlindungan, kesehatan dan kebahagian oleh Allah SWT supaya bisa terus membagikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain. See you!
46 Comments
WAHHHHH INI TOPIK YANG PENTING BANGET BUAT DIBAHAS SIH ASLI!!!! Aku suka banget sam topik ini, apalagi masih banyak orang yang menyepelekan dari anak korban kekerasan seksual itu. Kalimat dalam artikelnya sangat persuasif banget, jadinya pembaca tertarik untuk tau lebih tentang jurnal tersebut. Thanks Anggi udah pilih topik ini!!!
ReplyDeleteMenarik banget untuk dibaca, ada benrnya juga bahwa adanya internet smw yg terjadi di dunia ini jadi terungkap. Dan bisa utk dikaji menjadi sebuah pelajaran utk masyarakat. Makasih udah share artikel sebagus ini 👍🏻
ReplyDeleteTopik ini penting bgt sih untuk dibahas, thanks anggi udah bahas ttg kekerasan seksual, terutama dari sudut pandang anak korban kekerasan seksual
ReplyDeleteArtikel semacam ini sih yang harusnya di baca oleh orang-orang. Kasus kekerasan seksual emang lagi marak saat ini. Pelaku nya malah mengganggap itu cuma bercanda, miris banget sih. Penting banget buat dibaca. Terima kasih informasinya
ReplyDeleteMantapppp, thanks yaa kaa infonyaa
ReplyDeleteKeren banget pembahasan artikelnyaaa, jadi pengen bacaa, tengs infonyaa anggi. sangat bermanfaat!!
ReplyDeleteThanks yaa infonyaa, sangat informatif
ReplyDeletemenarik untuk di baca dan sangat bermanfaat sekali infonya, terima kasih kak untuk wawasannya
ReplyDeletemenarik banget artikel nya, thanks anggi
ReplyDeletePembahasannya dan info yang menarik! Kita semua harus lebih SADAR terhadap psikososial korban kekerasan sesksual mulai dari diri sendiri agar orang-orang disekitar kita bisa mulai mengikuti kesadaran akan hal ini karena mungkin diluar sana masih banyak orang yang menyepelekan hal ini, jadi kalian wajib baca artikel ini biar bisa nambah pengetahuan. Makasih infonya
ReplyDelete🙏😍
ReplyDeleteMemang terkadang kita fokus ke kesalahan pelaku, dan ngesampingin efek psikologis si korbannya ya. Infonya bermanfaat banget. Thanks anggi
ReplyDeleteArtikel yang harus dibaca orang banyak ini, sangat bermanfaat
ReplyDeleteWah bagus ya artikelnya bisa dibaca nih buat edukasi orang tua dan masyarakat
ReplyDeleteInformasi penting yang selalu disepelekan dan kurang dilirik, namun sangat penting untuk diketahui. Khususnya bagi orang tua dan pihak pengajar
ReplyDeleteMenarik bgt nih.. bisa jadi edukasi buat para ortu dan pengajar 👍
ReplyDeletePembahasannya menarik bgt terus juga yang dibahas penting bgt tentang psikososial agar kita tidak mudah mengalami kekerasan seksual yang sedang marak terjadi sekarang ini
ReplyDeleteArtikel yang harus banyak dibaca oleh orang orang!!! Makasih ya infonya
ReplyDeletePembahasannya menarik sekali untuk dibaca, membantu menyadarkan lingkungan sekitar akan pentingnya psikososial dari korban kekerasan seksual, makasih banyak informasinyaa....
ReplyDeleteKasus pelecehan kayak gini emang selalu ada dari waktu ke waktu. Patut banget jadi perhatian kita semua supaya bisa mengurangi kasus kayak gini. Makasih ya buat rekomendasi artikelnya
ReplyDeleteMiris liat negara sendiri masih banyak kasus kaya gini, apa lagi di kalangan kampus, di Riau contoh nya.. semoga bisa diusut beres kasusnya. Makasih kak artikel nya
ReplyDeletekerenn! walaupun pembahasannya berat tapi bahasanya mudah dipahami sehingga penyampaian mengenai psikososial ini cepat dicerna. thanks kak, sangat informatif!! semangat terusss
ReplyDeleteTerima kasih artikel pembelajarannyaa
ReplyDeletemenarik bgtt jadi bisa lebih sadar soal pentingnya psikososial seorang korban kekerasan seksuall, thank u for sharing!!
ReplyDeleteMakasih kaka atas informasinya, nambah wawasan banget ni. Yang belum tau jadi tau.:)
ReplyDeleteTerimakasih ya atas informasinya
ReplyDeleteIssue yang bener-bener harus serius dibahas siii... biar korban bisa lebih berani speak up. Makasiih udah angkat topik iniii
ReplyDeleteharus banget artikel ini dibaca sama banyak orang, makasi ya info nya
ReplyDeleteTopik kayak gini nih yang masih kurang diminati,lewat artikel ini jadi edukasi buat yang lain juga. Terima kasih Ka Anggi rekomendasi jurnalnya👍
ReplyDeleteIni yang sedang dibahas dalam akhir-akhir ini, harusnya tidak ada lagi kekerasan seksual apalagi jenis kekerasan lainnya seperti terorisme, kdrt, bullying, dsb semoga pihak berwajib harus mengatasi masalah ini, dan terutama masyarakat harus juga melaporkan apabila ada beberapa kekerasan yang hampir marak sampai saat ini yuk jaga kesetaraan sosial biar tidak saling melecehkan, artikel ini sangat menarik Terima kasih anggi atas informasinya
ReplyDeletewaah topiknya menarik banget, relevan juga sama kejadian-kejadian yang marak terjadi di masyarakat sampai hari ini, harus dibaca sih sama semua orang terutama para orang tua. makasih infonya yaa!
ReplyDeleteterimkasih atas artikel pembalajaranya
ReplyDeletebahasannyaa menarik bangett, yang emang haruss dibacaa olehh banyak orangg ni karena penting bgt buat mahamin hal seperti ini, makasi infonyaa!
ReplyDeletetopik pembahasannya sangat menarik dan juga sangat penting, perlu banget dibaca oleh banyak orang khususnya para orang tua agar mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai psikososial anak yang mengalami kekerasan seksual. Terimakasih ya
ReplyDeletemenarik sekali ya pembahasannya, artikelnya sangat bagus untuk mengajak agar smua semakin aware dg hal ini. thankss
ReplyDeletekakk aku suka banget sama pemilihan katanyaa!! bener2 mudah dipahami dan jadinya aku merasa terajak banget untuk memahami tentang psikososial korban pelecehan seksual, apalagi sekarang ini banyak banget kasus seperti ini. thankyouu kak atas rekomendasi jurnalnyaaa!
ReplyDeleteTopik penting bgt ini untuk di bahas👍🏻
ReplyDeleteMakasii kak udah sharing artikel yg bermanfaat teruss
ReplyDeletetopik yang sangat krusial dan patut di bahas dan ditindaklanjuti siih, all about kekerasan seksual yang pada akhirnya selalu merugikan kaum wanita huhu seediiiihh
ReplyDeleteTOPIKNYA MENARIK BANGETT, HARUS BANGET DITINDAKLANJUTI.
ReplyDeletekeren ini penting banget sih dibahas, apalagi korban yg trauma itu susah buat speak up. thanks udah up topic ini ka! sangat bermanfaat👍
ReplyDeleteSemoga kasusnya tambah menurun ya miris banget soalnya :(
ReplyDeleteartikelnya informatif dan mengedukasi bgt buat orang tua dan pengajar
ReplyDeleteterima kasih sudah berani untuk mengangkat topik ini anggi
ReplyDeleteWAAHHH JUJUR ini topik penting bgt sih untuk dibahas, Thank u Anggi udah bahas ttg kekerasan seksual, jadi lebih aware sm diri sendiri
ReplyDeleteThanks infonya kak, emang penting bgt nih edukasi tentang kekerasan seksual dizaman sekarang
ReplyDelete