ToschoCam

Recomendation, Review, Tips & Trick.

  • Home
  • About
    • ToschoCam
    • Author
  • Categories
    • Business
    • Food
    • Journal
    • Library Science
    • Movie/Series
    • Music
    • Travel
  • Daily
  • Contact



Pemulihan trauma psikososial pada korban kekerasan seksual tentunya sangat dibutuhkan untuk mengembalikan emosi dan kognitif korban yang berkaitan dengan kemampuan belajar, mengingat dan merasakan sesuatu, juga aspek sosial dimana korban bisa bersosialisasi kembali dengan orang lain tanpa rasa takut atas stigma orang lain dan percaya diri bahwa ia hanyalah korban yang mana tidak bersalah, serta menghilangkan trauma. 

Dilihat dari kalimat di atas tentunya hal ini sangat penting, maka pada artikel kali ini saya akan membahas isu tersebut yang saya dapatkan dari sebuah jurnal di E-Journal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu :

Cover Artikel Jurnal "Peran Pekerja Sosial Dalam Pemulihan Psikososial Anak Korban Kekerasan Seksual di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) "Melati" Kabupaten Karawang"


Judul Artikel : Peran Pekerja Sosial Dalam Pemulihan Psikososial Anak Korban Kekerasan Seksual di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) "Melati" Kabupaten Karawang

Nama Penulis : Kartika Al Ashzim

Nama Jurnal : EMPATI (Jurnal Ilmu Kesehatan Sosial)

Volume : Vol. 7

Nomor : No. 2

Halaman : 87 - 101 hlm

Edisi : Empati Edisi Desember 2018

DOI : https://dx.doi.org/10.15408/empati.v7i2.11197 

URL : https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/empati/article/view/18335/pdf

Kategori Sinta : Sinta 3

Kekerasan seksual sudah sering terjadi sejak dulu, namun karena dulu belum ada internet dan media sosial, maka tidak banyak orang yang tau dan sadar akan hal tersebut. Sekarang dengan berkembangnya teknologi informasi, semua hal dari yang receh sampai hal yang kompleks dapat kita lihat di internet, termasuk tindakan kekerasan seksual ini. Beberapa tahun kebelakang, kita banyak dihadapi oleh kasus kekerasan seksual. Kekerasan seksual ini terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Hal ini sangatlah miris, karena ternyata masih banyak orang (pelaku) yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya dengan tindakan dan malah seringkali beralasan bahwa itu hanyalah candaan atau yang lebih parahnya justru malah playing victim atau menyalahkan cara berpakaian, status perkawinan, keberadaan korban pada suatu waktu dan tempat, dan lain sebagainya yang tidak rasional.

Nah maka dari itu, saya ingin mengenalkan artikel jurnal di atas buat siapapun kamu yang lagi baca tulisan ini agar kamu membaca jurnal keren ini. Kenapa sih harus baca jurnal tersebut? Supaya kamu bisa lebih sadar akan seberapa pentingnya psikososial seorang korban kekerasan seksual. Dengan begitu jika kamu mengenal seseorang yang menjadi korban kekerasan seksual maka kamu bisa membantu mereka untuk bisa memulihkan kondisi psikososialnya. Emangnya apasih psikososial itu? Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Buku Panduan Dukungan Psikososial Bagi Anak Korban Bencana Alam, Psikososial adalah relasi yang dinamis antara aspek psikologis dan sosial seseorang. Dimana terdapat hubungan antara psikis dan sosial seseorang yang saling berinteraksi yang sangat mempengaruhi proses kehidupan sehari-hari. 

Jika biasanya kita hanya terfokus pada pelaku tentang apa hukuman untuk pelaku, seberapa berat hukumannya, dll. Pada jurnal tersebut kita diajak untuk fokus kepada korban yang mengalami trauma psikososial. Korban juga penting untuk diperhatikan karena ia adalah seorang korban, bukan diperhatikan untuk dicari kesalahannya sehingga bisa terjadi kekerasan seksual. Tetapi diperhatikan keadaannya, kondisi mental, psikis dan sosialnya. Dan melakukan pemulihan agar korban bisa menerima kejadian yang telah dialaminya dan bisa berfikir positif, serta menjadi orang yang bisa berdamai dengan diri sendiri, masa lalunya, dan orang sekitar sehingga bisa beraktifitas sehari-hari seperti biasa. Apalagi di jurnal tersebut korbannya adalah anak-anak yang mana usianya masih di bawah 18 tahun. Seharusnya anak-anak ini bisa menjalani kehidupan yang aman dan nyaman. Pada jurnal di atas, peran pekerja sosial yang menjadi subjek utama dimana pekerja sosial di LK3 "Melati" ini sangat penting dalam mendampingi psikologi anak korban kekerasan seksual. Pekerja sosial ini melayani klien (korban kekerasan seksual) dari masuknya surat laporan dari klien hingga klien ditangani secara serius dengan bekerja sama dengan psikolog dan lembaga-lambaga lainnya sesuai kasus yang dialami oleh klien. 

Seperti apa ya cara pekerja sosial LK3 "Melati" Kabupaten Karawang melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksual? Bagaimana tahapannya? Lalu apakah klien bisa pulih kembali dengan pendampingan tersebut? Nah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang hal tersebut, kamu bisa langsung baca jurnalnya loh hanya dengan klik link DOI jurnal di atas. Semoga dengan membaca jurnal tersebut kita bisa lebih peduli lagi dengan sesama dan tidak menyepelekan kasus kekerasaan seksual. Bahwa efek dari kekerasan seksual sangatlah serius dan bisa mengancam hidup seseorang. Semoga dengan begitu kekerasan seksual bisa berkurang dan kalau bisa musnah aja deh sekalian! Biar kita semua bisa hidup aman dan nyaman.

Sekian artikel kali ini, semoga kita selalu diberikan perlindungan, kesehatan dan kebahagian oleh Allah SWT supaya bisa terus membagikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain. See you!



Newer Posts Older Posts Home

ABOUT ME

ABOUT ME

Current Time At Jakarta

Translate

POPULAR POSTS

Video Terkait Layanan Sirkulasi Drive Thru

Contact Form

Name

Email *

Message *

Anggi Wulandari, © 2021.. Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2021 (10)
    • ►  11/14 - 11/21 (1)
    • ▼  11/07 - 11/14 (1)
      • Peran Pekerja Sosial Dalam Psikososial Anak Korban...
    • ►  10/17 - 10/24 (2)
    • ►  10/03 - 10/10 (5)
    • ►  09/19 - 09/26 (1)

My Visitors

Anggi Wulandari © 2021

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template